Sabtu, 28 November 2009

Risalah buatMu Pemuda1

Kongsi
Ya akhi fillah:

Salam Allah(s.w.t) kpd kamu:Rahmat dan berkatNya kpd kamu.Manusia memperkatakaannya kerana adat ttp kita mengucapkan sbg 'ibadah kita'.Kita mengucapkannya(as-salam) krn merasakannya sbg satu pengertian yg agung.Salam Allah(s.w.t) kpd kamu wahai kekasih:Rahmat dan berkatnya kpd kamu.

Aku merasakan seolah-olah sku berdiri di dalam satu mihrab solat,di dalam kehalusan doa yang benar,yang membawa cinta dan kasih-sayang.Lalu spontan aku berkata di waktu aku berada di atas kemuncak keikhlasan dan kesetianku kpd saudara:''salam Allah (s.w.t) kpd kamu dgn rahmat dan berkatNya.''Itulah doa yg sempurna yang doakan utk kamu dgn slm sjhtera dan berkat dr Allah(s.w.t).

Itulah doa dr hati yg mencintaiMu walaupun tanpa melihatMu.Ketahuilah bahawa org yang paling ku cintai di dlm diriku ialah org yang ku lihat dgn hatiku dimana hati itu adalh perbendaharaan rahmat,cinta dan kehidupan.Dialah juga yg membezakan dr yg lain, beza dr aspek kebaikan,kebenaran(hak), cita rasa ,keindahan dan rasa malu .

Inilah wasiatku yang pertama kpd kamu.Jadilah kamu satu penjelmaan utk kebaikan,utk Al-haq,utk perasaan ,utk sifat malu dan utk keindahan.Sifat malu berkuasa menawan hati dan keindahan berkuasa menawan aqal.Keindahan yg kumaksudkan disini ialah tampak jelasnya sinar jiwa tergambar pada keserian wajah.

Firman Allah Taala:
''Tanda2 mereka,tampak pd muka2 mereka lantaran bekas sujud''(Al-Fath:29)

Apabila saudara melihat kpd wajah2 mereka ini spt demikian,maka bahawa merekalah petunjuk kpd al-hak dan An-Nur.

Firman Allah Taala:
''sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka.''(at-Tahrim:8)
Firman Allah Taala:
''yang sedang bersikap lemah-lembut terhadap org2 mu'min yg bersikap keras terhadap org2 kafir''(Al-Maidaah:54)
Inilah keindahan al-haq.Adapun sifat malu itu,disinilah terletaknya keindahan org yg pemalu,tetapi bersinar,taktala berkata2 ia menarik dan menawan hati dan jiwa.
Benarlah Rasulullah(s.a.w) yg bersabda:
"sifat malu itu baik smuanya dan tiap2 agama mempunyai akhlaknya dan akhlak agama ini ialah sifat malu"

Manusia yg memberikan kebaikan (Al-khair)ni,dia bercita2 pdnya dan menunggu-nunggu daripadanya.Jadi org2 yg mempunyai bakat2 itu,mesti menjadi lilin utk manusia dan menjadi pendukung da'wah(du'at) kerna mereka telah dikurniakan oleh Allah(s.w.t) sifat2 yg baik dan akhlak yg mulia.Mereka berdiri di pangkal jalan ar-Rahman yg memanggil manusia dgn kalimat Allah (s.w.t)
''Dan bahawa(yg kami perintahkan ) ini adalah jlnKU yg lurus,maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jln2(yg lain) kerna jalan2 itu mencerai-beraikan kamu dr JalanNya'' (an-An'aam:153)

Ya akhi,

Alam ini berhajat kpd hati,perasaan dan sentimen.Jadilah kamu sbg hati bg alam ini dan hidupknlah dia dgn perasaan dan sentimen kamu.SSungguhnya manusia yg hidup tanpa hati,perasaan,sentimen walaupun ia mempunyai falsafah,teori @ pengalaman,tetapi manusia ini tdk akan menjadi manusia sebenarnya jika tidak mempunyai penilaian nafsiah dan rohaniah.Sebaliknya ia hanya menjadi manusia robot dan komputer, yang memenuhi tugas dan kepentingan manusia.

Ssungguhnya manusia itu,adalah hati,ruh dan perasaan.Jika perasaan itu kurang di dalam pemberian pujian,maka ia bukan perasaan mutlak yg bebas tanpa ikatan dan batas.ssungguhnya perasaan itu,adalah denyutan,kesedaran dan kehidupan di mana mesti diikat usul syari'ah. Orang2 yg berkira bicara dgn perasaan jahiliyah,tdk akan berdiri di atas tapak yg sama dgn perasaan yg bersih dan suci,yang menjadi rahsia hidup seorg muslim dan itulah rahsia kewujudan rohaninnya.

sesungguhnya iman kita,Al-Iman Al-Syahid Hassan Al-Banna Rahimahullah,mengetahui hakikat ini di dalam kata2nya:
"wahai saudara,kekanglah urusan perasaan dgn pandangan akal dan sinarlah pandangan akal dgn nyalaan perasaan"

Sesengguhnya perasaan saudara yang muslim diikat dan dipagari dgn taqwa Allah Azza wa jala.Adalah tidak logik klau kita mengepung dia@ jahil terhadapnya@tidak membunuhnya kerna dia itu adalah fitrah.Tetapi Islam yg agung itu telah datang membukakan tingkap2 kebersihan.Kesucian dan kejernihan utknya.Tingkap yg terbesar drp ucapan ini:"Aku mencintai anda krn Allah(s.w.t)."Inilah perasaan persaudaraan dan cinta pada Allah (s.w.t) menjadi sebesar2 bekalan di hadapan arus kebendaan yg melanda ini.Itulah juga makanan bg perasaan yg kelaparan yg menimpa banyak hati2.

Aku selalu mencium anak2ku yg kecil semasa menyusu.Aku suka mencium mereka krn merasakan kesenangan dan kebahagian di dalam diriku.Pada mulanya aku menyangka bahawa perbuatanku ini agak keterlaluan,tetapi pada suatu hari aku terbaca ssuatu mengenainya di dalam sirah junjungan kita Rasulullah(s.a.w) yg agung.Peristiwa itu terjadi dalam peperangan mu'tah,iaitu taktala baginda pergi ke rumah Ja'faar b. Abu Talib(r.a) utk memperhatikan anak2nya (Jaafar) setelah Allah (s.w.t) memberitahu baginda syahidnya Jaafar (r.a) perawi berkata:
"Maka Rasulullah(s.a.w) mengambil anak2 Jaafar dan mencium-cium mereka."

Jadi selepas aku membaca kalimah itu aku tidak dapat menahan sebak dadakky lantas menangis.

Wahai Muslim yang berjiwa besar:

Penuhilah dunia ini dgn limpahan kasih sayangmu,Khususkanlah buat saudara2mu yang muslimin itu dgn kepanasan cintamu Yang Maha Tinggi dan biarkanlah mereka tahu bahawa anda mencintai mereka.Yang demikian itulah al-aktir(batu geliga) utk mengubati seribu satu kesulitan san kesususan.Ssungguhnya banyak kesulitan di dalam dunia ini timbul perasaan tg telah padam dan berlakunya penyelewengan perasaan itu.

Ya akhi:
Sesengguhnya para pendukung da'wah Allah (s.w.t) kpd manusia,dia mestilah berada di puncak kebersihan.

read more "Risalah buatMu Pemuda1"

Khamis, 26 November 2009

Kongsi
Obama Ucapkan Selamat Menyambut Hari Idul Adha


WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha, Presiden AS, Barack Hussein Obama ikut menyampaikan ucapan selamat kepada kaum Muslim di seluruh dunia.

“Michelle dan saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada kaum Muslim yang menunaikan Ibadah haji tahun ini, serta kepada warga Muslim di Amerika dan seluruh dunia yang merayakan Hari Idul Adha. Ibadah Haji dan Idul Adha mengingatkan kita pada kesamaan asal tiga agama utama dunia yang berakar pada Nabi Ibrahim,” ujar Presiden AS itu dalam siaran bersama Kedutaan Besar AS di Jakarta yang dikirim ke pejabat redaksi http://www.hidayatullah.com Rabu, (25/11)

Dalam siaran bersamanya, Kedutaan AS juga menyampaikan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS telah berkerjasama dengan Kementrian Kesehatan Arab Saudi untuk mencegah dan membatasi penyebaran virus H1N1 selama musim Haji.

“Atas nama rakyat Amerika, kami ingin menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah Haji – dan Selamat Hari Idul Adha,” ujar Obama. (hdytlh/arrahmah.com)




read more " "

Pesan Hari Raya Idul Adha Dari Mujahidin Taliban

Kongsi

KABUL (Arrahmah.com) - Pemimpin mujahidin Taliban mengeluarkan pesan hari raya Muslim pada Rabu (25/11) yang isinya menyerukan rakyat Afghan untuk memutuskan hubungan dengan pemerintah yang tidak lain adalah antek orang-orang kafir.

Pesan Mullah Omar menjelang Idul Adha ini muncul seminggu setelah Presiden Hamid Karzai mencuba 'menarik hati' Taliban dalam pidato pelantikannya yang berisi urgensi memasukkan anggota Taliban yang siap meninggalkan terorisme ke dalam pemerintahan.

Mujahidin Taliban dengan cepat menolak hal tersebut, dan mengulangi penolakannya untuk bernegosiasi dengan pemerintah Karzai atau berpartisipasi dalam administrasi boneka thaghut.

"Saya harap anda akan terus melanjutkan jihad yang sah dan berjuang untuk mewujudkan Islam ... dan memutuskan semua hubungan dengan kaki tangan pemerintah Kabul," kata Omar dalam pesan yang diposting di situs yang biasa digunakan Taliban.

Mullah Omar pun mengatakan tidak akan pernah ada perundingan apapun yang akan memperpanjang atau mengesahkan kehadiran pasukan asing di negara itu.

"Mereka yang telah menduduki negeri kami dan menculik orang-orang kami sebagai sandera, ingin menggunakan siasat negosiasi seperti halnya drama pemilihan beberapa waktu yang tidak lain dilakukan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kolonialisme mereka," katanya.

"Namun demikian, rakyat Afghanistan tidak akan pernah setuju untuk memperpanjang dan juga bernegosiasi dalam rangka mengesahkan kehadiran para penjajah.

Ketidakhadiran Mullah Omar yang terbilang cukup lama, telah menyebabkan para pejabat munafik Afghanistan berpendapat bahwa ia bersembunyi di Pakistan.

Mullah Omar bersikeras bahwa mujahidin telah menggenggam peperangan dan tengah memenangkannya.

"Realita lapangan di negeri kami tercinta menunjukkan bahwa para penjajah itu hendak melarikan diri," katanya.

Presiden Barack Obama telah mempertimbangkan rencana untuk mengirim puluhan ribu tentara tambahan AS ke Afghanistan, dan pejabat militer AS mengharapkan penambahan sekitar 32.000 menjadi 35.000 tentara untuk memulai operasi pada bulan Februari atau Maret. Jumlah ini akan menjadi penambahan terbanyak dari pasukan asing sejak awal perang tahun 2001.

Dalam pernyataannya, Mullah Omar menyerukan mujahidin untuk terus berjuang melawan pemerintah dan sekutunya, namun mendesak mereka untuk menghindari kematian warga sipil.

Selama ini, pemerintah serta media pro-Barat selalu menyalahkan Taliban atas kematian warga sipil, meskipun pada kenyataannya yang biasa melakukan kekejian tersebut adalah pasukan AS dan NATO.

Seperti biasa, dalam setiap pernyataan, Mullah Omar selalu mengulangi bahwa perang di Afghanistan merupakan sebuah upaya Barat untuk melemahkan Islam.

"Amerika dan sekutu-sekutunya telah membuat rencana terang-terangan maupun yang tersembunyi untuk mengacaukan dunia Islam dan memprovokasi perbedaan di negara-negara Islam," kata Omar. (althaf/ansr/tum/arrahmah.com)

read more "Pesan Hari Raya Idul Adha Dari Mujahidin Taliban"

Ahad, 22 November 2009

Bagaimana mengubati kefuturan???

Kongsi

1. Menjauhkan diri daripada melakukan maksiat sama ada yang besar mahu pun yang kecil.


2. Berterusan melakukan ibadat harian.


3. Mengintai (mencari kesempatan) waktu-waktu yang afdhal untuk beramal dan melakukan ibadat.


4. Membebaskan diri daripada keterlaluan dalam agama.


5. Meletakkan diri dalam dakapan jamaah.


6. Memberi perhatian kepada sunnatullah yang wujud pada manusia dan alam seluruhnya.


7. Bersedia untuk berhadapan dengan halangan.


8. Meneliti dan bertindak secara sistematik dalam pekerjaan.


9. Sentiasa mendampingi orang-orang yang soleh yang berjihad di kalangan hamba-hamba Allah.


10. Memberi hak kepada tubuh badan.


11. Menghiburkan diri dengan melakukan perkara-perkara yang harus.


12. Sentiasa merujuk dan mengkaji buku-buku Sirah An-Nabawiyyah, sejarah dan biografi pejuang-pejuang di jalan Allah.


13. Seniasa mengingati mati dan soal kubur.


14. Sentiasa mengingati syurga dan neraka.


15. Sentiasa menghadiri majlis ilmu.


16. Menerima Islam secara keseluruhan.


17. Melakukan muhasabah ke atas diri dan mengkaji setiap masa.


read more "Bagaimana mengubati kefuturan???"

BAHAYA GEJALA AL-FUTUR

Kongsi

kupasan ini pernah dibincangkan oleh murabbiku yang dikasihi bersama shbt2 kh 1 yang lain.kefuturan ini sering melanda para da'i maka hayatilah sebab2nya.Smg kita terhindar dr berjiwa futur

Definisi Al-Futur

Dari segi bahasa :

1. Terputus atau terhenti sesudah berjalan atau diam sesudah bergerak.

2. Malas; menangguh-nangguh; melengah-lengah sesusah bergerak aktif dan bersungguh-sungguh.

Dari segi istilah :

Al-futur merupakan penyakit yang mungkin menimpa sebahagian daripada para petugas gerakan Islam, bahkan ada petugas yang sudah pun ditimpa penyakit ini. Tahap al-futur yang paling rendah ialah malas, menangguh-nangguh, melengah-lengahkan dan tahap yang paling tinggi ialah terhenti terus atau diam sesudah bergerak cergas secara berterusan.

Sebab-sebab Berlakunya Al-Futur

1. Sikap keterlaluan (tasydid) dan berlebih-lebihan dalam agama (sehingga membebankan diri atau mengabaikan sebahagian tuntutan diri yang lain. Contohnya, seorang lelaki yang tidak mahu berkahwin dan bekerja hanya kerana ingin melakukan ibadat khusus semata-mata).

2. Membazir dan melampaui batasan dalam menggunakan sesuatu yang diharuskan (contohnya, makan terlalu banyak).

3. Mufaraqah (meninggalkan) jamaah dan memilih hidup beruzlah dan berseorangan.

4. Kurang mengingati mati dan Hari Akhirat.

5. Pengabaian atau cuai dalam melaksanakan ibadat harian.

6. Mengambil makanan yang haram atau syubhah.

7. Penumpuan amilin ke atas sudut tertentu sahaja dari ajaran Islam.

8. Gagal memahami sunnatullah tentang alam dan penghidupan.

9. Mengabaikan hak tubuh badan kerana bebanan tugas dan tanggungjawab di samping kekurangan tenaga amilin.

10. Tidak bersedia menghadapi halangan dan cabaran dalam perjuangan.

11. Mendampingi golongan yang tidak berjiwa besar.

12. Sambil lewa menjalankan tugas sama ada di peringkat individu atau di peringkat jamaah.

13. Terlibat dengan perbuatan jahat dan maksiat terutamanya melakukan dosa kecil serta memandangnya sebagai remeh.
read more "BAHAYA GEJALA AL-FUTUR"

Tarbiyah fi aidikum

Kongsi



Bismillahirahmanirahim..... Disini ana nak kongsi apa yang ana dapat ketika satu penyampaian antara maghrib dan isyak yang disampaikan oleh Ustaz Ali

Pesan seorang Sahabat, katanya pemangkin dan pencepat kepada proses Tarbiyah diri kita ada empat :

Pertama

Kehadiran jiwa, hati dan diri kita dalam program Tarbiyah. Sama ada dalam majlis ilmu, halaqah, ijtima’am atau kem-kem Tarbawi.

Kedua

Keperluan untuk fokus dan mengulangkaji (semak) bahan-bahan, tajuk-tajuk Fikrah yang diperolehi dalam Halaqah, Tazkirah dan Ijtima

Ketiga

Kekhusyukan dalam Solah. Ia menjadi medium utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjiwai hakikat hubungan dengan Allah SWT.

Keempat

Bekerja memimpin satu persatu individu melalui proses Dakwah Fardiyah

Tarbiyah + Dakwah = Kejayaan Hakiki

Perbaiki Diri + Menyeru Kebaikan = Hamba Rabbani yang diredhai

read more "Tarbiyah fi aidikum"

Sabtu, 10 Oktober 2009

Mari kita merenung sementar

Kongsi
Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berselang sehari setelah kejadian, beredar khabar—di antaranya lewat sms—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Cuba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi sms yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan sms tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kederhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini begitu menarik sekali.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan boleh jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai alat untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kemewahannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang bergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang bergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun meneliti garis darah Firaun hingga sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang mengaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri keturunan darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahsia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkaman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis keturunan dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi mendukung pasangan ini, mungkin boleh dipanggil sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak peduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua terpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bisowab. (Ridyasmara)
read more "Mari kita merenung sementar"